Profile Goa Pindul

obyek wisata Goa Pindul berada di wilayah desa Bejiharjo yang mempunyai luas wilayah 2200,94 ha dan mempunyai 20% hutan negara dari keseluruhan luas wilayahnya. Masih di kawasan ini terdapat perkebunan kayu putih yang masih produktif dan terdapat situs purbakala dan di tetapkan pemerintah sebagai cagar budaya yang harus di jaga kelestariannya.

Mata pencaharian penduduk di desa Bejiharjo adalah 70% petani sawah tadah hujan, sisanya menjadi pedagang, PNS dan pengrajin.

Menurut penelitian Goa Pindul terbentuk beratus tahun lamanya melalui proses alami, demikian juga stalaktit dan stalakmit yang berada di dalamnya sudah berusia sangat lama. Sampai saat ini proses pembentukan stalktit dan stalakmit ini masih aktif meneteskan air. Beberapa stalaktit konon adalah terbesar ke empat di dunia, sehingga menambah keunikan tersendiri bagi obyek wisata minat khusus ini.

Berbeda dengan goa goa yang banyak terdapat di pegunungan batuan karst lainnya, di dalam Goa Pindul mengalir sungai bawah tanah yang tidak pernah kering. Oleh sebab itu juga aliran sungai bawah tanah di sini di manfaatkan oleh penduduk sekitar untuk mengaliri sawah mereka selama turun temurun. Airnya yang jernih dan keindahan dalam goa yang eksotis membuat penduduk sekitar memanfaatkan juga sebagai tempat tujuan wisata di Gunungkidul.

Goa Pindul di dibuka sebagai obyek wisata dimulai pada tahun 2010 dengan diresmikan oleh Bupati kabupaten Gunungkidul pada saat itu. Goa Pindul di kelola secara swadaya oleh masyarakat sekitar di dukung oleh Dinas kebudayaan dan kepariwisataan setempat, dengan saling bahu membahu mempromosikan sebagai tempat tujuan wisata yang pantas untuk di kunjungi.

Sampai saat ini Obyek wisata Goa Pindul sudah di kunjungi oleh Jutaan wisatawan baik wisatawan lokal maupun manca negara. Keberadaan obyek wisata Goa Pindul yang fantastic ini membantu telah mengangkat tingkat perekonomian penduduk di sekitarny